The Night Of Power

Bismillahirrahmanirahim…

Alhamdulillahirabbil ‘alamin wa bihi nashta’ain, wa laa ‘udwana illa ‘aladhzolimin. Allahumma solli ‘alaa muhammadin wa ‘alaa aalihi wasohbihi ajma’in.

Praise to Allah Taala for his blessing and mercy, as we are now still breathing and standing to serve him day by day, especially in the month of ramadhan. Realise it or not, we are already near the end of this year ramadhan. Stage 1(awwalu rahmah) and stage 2(wa ausotuhu maghfirah) is over, and now let us hope that the final stage of the ramadhan (wa akhiruhu so’khotika wan nar) will be a successful period before we ended our ramadhan with Eidul Fitri.

The Night of Power

In the Final stage of ramadhan, we are supposed to increase our effort on ibadah and every other aspect in order to make sure that we are being granted with all the promises made by Allah Taala and Prophet Muhammad P.B.U.H. One most important thing to look at during the last 10 days of ramadhan is the one that Allah Taala has mentioned is surah Al-Qadr.

ِسْمِ اللّهِ الرَّحْمـَنِ الرَّحِيم
In the name of Allah, Most Gracious, Most Merciful.
 
إِنَّا أَنْـزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ  (١)
We have indeed revealed this (Message) in the Night of Power
 
وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ  (٢)
And what will explain to thee what the Night of Power is
 
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ  (٣)
The Night of Power is better than a thousand months.
 
تَنَـزَّلُ الْمَلائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ  (٤)
Therein come down the angels and the Spirit by Allah’s permission, on every errand:
 
سَلامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ  (٥)
Peace! This until the rise of Morn!
 
This is what we should be hunting for…’THE NIGHT OF POWER’..!
The night of a thousand month…
The night where angel come down to us…
The night of Peaceful.. Read the rest of this entry »

Inflation in GCC to ease: IMF

The International Monetary Fund (IMF) said on Tuesday that record high inflation levels in the UAE and other GCC countries could be temporary as there were already signs of an easing in the price spiral in the wake of a dollar recovery.

In an exclusive interview with Khaleej Times, IMF’s director for the Middle East and Central Asia Mohsin Khan said with the US dollar gaining strength, there are signs that in some GCC countries the inflation was in fact slowing.

“While the depreciation of the dollar in recent years did contribute to inflationary pressures in the GCC, more important factors included supply bottlenecks, strong aggregate demand from infrastructure projects, and increases in international food prices. “To the extent that these factors are temporary, inflation is likely to be temporary.”

Asked if it was necessary that GCC countries abandon their dollar-peg to tame inflation as the greenback started to regain clout, Khan said: “With the dollar gaining strength, there is even less reason now for the countries to move off the peg.” He said a decision on the appropriate exchange rate regime should look at overall costs and benefits (not just inflation) over the medium term.

However, according to latest estimates by economists, inflation in the UAE would be headed for another record surge to cross 12 per cent this year despite serious efforts initiated by the Ministry of Economy to contain it at five per cent this year.

Inflation in the UAE rose to an all time high of 11.1 per cent in 2007. Inflation in Saudi Arabia accelerated to 11.1 per cent, its highest level in at least 30 years. – Khaleej Times

Abu Umar Says:
High inflation really hurts our pocket money. Ho
pefully its going down  by early next year..

 

Khutbah Rasulullah SAW Menyambut Ramadhan

“Wahai manusia! Sungguh telah datang kepada kalian bulan Allah dengan membawa barokah, rahmah, dan maghfirah. Bulan yang paling mulia pada sisi Allah.

Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama.

Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama.

Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama.

Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tetamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya.

Pada bulan ini nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima, dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabb-mu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shaum dan membaca kitab-Nya.

Celakalah orang yang tidak mendapatkan ampunan Allah pada bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu, kelaparan dan kehausan pada hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda. Sambungkanlah tali silaturahmimu. Jagalah lidahmu. Tahanlah pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya. (Tahanlah pula) pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarkannya. Kasihilah anak-anak yatim, niscaya anak-anak yatimmu (akan) dikasihi manusia.

Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tangan untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih. Dia menjawab mereka ketika menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya, dan mengabulkan mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.

Wahai manusia!

Sesungguhnya (disebabkan) diri kalian tergadai karena amal-amal kalian, maka bebaskanlah dengan istighfar. (Karena) punggung-punggungmu berat karena beban (dosa) mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu. Ketahuilah, Allah Ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabbul ‘Alamin.

Wahai manusia !

Barang siapa di antaramu memberi (makanan) untuk berbuka kepada orang-orang mukmin yang melaksanakan shaum pada bulan ini, maka pada sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan ia diberi ampunan atas dosa-dosanya yang lalu.”Para sahabat bertanya, “Ya, Rasulullah, kami semua tidaklah mampu berbuat demikian.” Rasulullah meneruskan khutbahnya. “Jagalah diri kalian dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah diri kalian dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.

Wahai manusia!

Barang siapa yang membaguskan akhlaknya pada bulan ini , dia akan berhasil melewati shirath pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Barang siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) pada bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya pada hari kiamat. Barang siapa yang menahan kejelekannya pada bulan ini Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memuliakan anak yatim pada bulan ini, Allah akan memuliakannya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barang siapa menyambungkan tali persaudaraan pada bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memutuskan kekeluargaan pada bulan ini, Allah akan memutuskan dari rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa melakukan shalat sunnah pada bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barang siapa melakukan shalat fardhu, baginya ganjaran seperti melakukan tujuh puluh shalat fardhu pada bulan yang lain.

Wahai manusia!

Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak akan pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabb-mu agar tidak akan pernah dibukakan bagimu. Syetan-syetan terbelenggu, maka mintalah agar mereka tidak lagi pernah menguasaimu.

“Amirul Mukminin, Ali bin Abi Thalib, berdiri dan berkata, “Ya Rasulullah, apa amal yang paling utama pada bulan ini ?”

“Ya, Abu Al-Hasan, amal yang paling utama pada bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah.” Jawab Nabi SAW.

Betulkah kerajaan PR yang bakal dibentuk ini bebas rasuah?

Bismillahirrahmanirrahim..

Sementelaah di perantauan ini, banyak juga masa saya digunakan untuk mencari info-info yang dirasakan bermanfaat untuk Jamaah  dan juga untuk diri saya.

Sementalaah tidak ada kerja di ofis, banyak juga masa yang diluangkan untuk melayari website-website di malaysia khusus untuk mengetahui senario terkini di Malaysia.

Setelah diamati, boleh dikatakan hampir 90 % website-website alternatif yang saya layari, semuanya menyebutkan akan tarikh keramat 16 September 2008, di mana ‘kunun’nya pemerintahan BN akan rebah pada tarikh keramat itu.Tambahan pula dengan kempen pilihanraya kecil yang sedang rancak berlangsung di Permatang Pauh, macam-macam ada..!

‘Kunun’nya juga, banyak orang yang yakin akan ‘penghijrahan’ 30 orang wakil rakyat BN ke dalam PR , dan

‘Kunun’nya Malaysia akan ditadbir dengan pemimpin-pemimpin yang lebih berwibawa, bebas rasuah dan berkaliber untuk membawa negara Malaysia ke satu tahap yang lebih maju lagi.

Apabila kenyataan-kenyataan yang ‘overconfident’ ini di buat, saya memikirkan apakah komplikasi ataupun kesan-kesan yang mungkin terjadi apabila perkara ini berlaku ataupun perkara ini tidak berlaku. Read the rest of this entry »

No smoking while driving in Dubai

——————————————————————————–
Abu Umar says:
This is the first time i heard this kind of regulation. As such, i believe it will not only promote ‘healthy’ driving but also safety as well. Maybe this regulation will improve a bit the air quality in Dubai (sound quite ridiculous aightt??). 

i could not imagine what will be the response when it is implemented in Malaysia. Well, i think the first word comes out from the smokers will be :
- gila kaa..!!
- kerajaan dah takde keje lain le tu..
- mampuihh..!!
- Arghhh…!!

Since PR rules in 5 states, why not they give it a try? Sure it will be ‘extremely’ interesting then..
——————————————————————————–

By Joy Sengupta |20 August 2008

DUBAI – Smokers, beware! The leisurely drag that chokes your lungs, anyway, could burn even a bigger hole in your pocket. Come 2009, Dubai would be outlawing smoking while driving. If it does, Dubai would become probably the first city in the Middle East to penalise people who smoke behind the steering wheel.

The Dubai Road Safety Strategy, being prepared by a Sweden-based consultancy company, is likely to be implemented next year.

The strategy would focus on several traffic safety issues, including smoking while driving, Hussain Mohammed Al Banna, Director of Traffic Department at the Roads and Transport Authority (RTA) told Khaleej Times on Tuesday. Read the rest of this entry »

Abu Umar Back in Abu Dhabi (with Family)

Alhamdulillah, saya telah selamat sampai bersama anak dan isteri di abu dhabi jumaat lepas. Keluangan masa untuk balik ke malaysia digunakan sepenuhnya untuk membuat perkara-perkara yang ‘priority’ sebelum saya pulang ke abu dhabi ini. Tetapi, hati ini agak sedih kerana tidak berkesempatan untuk menghadiri Muktamar PAS Pusat yang berlangsung di Perak tahun ini. Walaupun pada hari rabu minggu lepas saya dapat mencuri sedikit masa untuk pergi ke ipoh untuk berjumpa dengan sahabat-sahabat seperjuangan, tetapi kepuasan jiwa itu kurang terasa dengan kekurangan masa untuk duduk bersama-sama dengan pejuang-pejuang islam di dalam majlis itu. Tapi, apa nak buat, sekurang-kurangnya terubat kerinduan untuk sempat menatap wajah-wajah ulama dan juga sahabat-sahabt seperjuangan.

Sekarang ini hidup lebih sedikit bermakna dengan kehadiran isteri dan anak tersayang . Cuma hidup akan lebih bermakna jika saya mendapat kembali kehidupan berjamaah sebagaimana di Malaysia dulu. Insya Allah, saya yakin Allah Taala akan membuka jalan kepada saya untuk menyuburkan amal jamaie di bumi abu dhabi ini. Yang penting, cari,cari dan terus mencari…..

So, I guess is not ‘Abu Umar in Abu Dhabi’ anymore, dah kena tukar kepada “Abu Umar,Umi Umar and Umar in Abu Dhabi kut.Hehe..

Teruskan Perjuangan..

Sabar: Keajaiban Seorang Mukmin (2)

Bolehkah anda menahan sabar daripada kemarahan?

Sabar Sebagaimana Digambarkan Dalam Al-Qurân

Dalam Al-Qurân banyak ayat yang berbicara mengenai kesabaran. Jika diteliti, terdapat 103 kali disebut dalam Al-Quran, baik berbentuk isim maupun fi’ilnya. Hal ini menunjukkan betapa kesabaran menjadi perhatian Allah swt.

1.Sabar merupakan perintah Allah.

 Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.(Al-Baqarah: 153).

 Ayat-ayat yang serupa Ali Imran: 200, An-Nahl: 127, Al-Anfal: 46, Yunus: 109, Hud: 115.

2. Larangan istiâjal (tergesa-gesa)

Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka(Al-Ahqaf: 35)

3.Pujian Allah bagi orang-orang yang sabar:

dan orang-orang yang bersabar dalam kesulitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar imannya dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa.(Al-Baqarah: 177)

4.Allah akan mencintai orang-orang yang sabar.

 Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar.(Ali Imran: 146)

5.Kebersamaan Allah dengan orang-orang yang sabar. Artinya Allah senantiasa akan menyertai hamba-hamba- Nya yang sabar.

 Dan bersabarlah kamu, karena sesungguhnya Allah itu beserta orang-orang yang sabar. (Al-Anfal: 46

6.Mendapatkan pahala surga dari Allah. (Ar-Ra’d: 23 – 24)

Kesabaran Sebagaimana Digambarkan Dalam Hadits

Sebagaimana dalam Al-Quran, dalam hadits banyak sekali sabda Rasulullah yang menggambarkan kesabaran. Dalam kitab Riyadhus Shalihin, Imam Nawawi mencantumkan 29 hadits yang bertemakan sabar. Secara garis besar:

1.Kesabaran merupakan dhiyaâ (cahaya yang amat terang). Karena dengan kesabaran inilah, seseorang akan mampu menyingkap kegelapan. Rasulullah mengungkapkan, dan kesabaran merupakan cahaya yang terang (HR. Muslim)

2.Kesabaran merupakan sesuatu yang perlu diusahakan dan dilatih secara optimal. Rasulullah pernah menggambarkan: barang siapa yang mensabar-sabarkan diri (berusaha untuk sabar), maka Allah akan menjadikannya seorang yang sabar (HR. Bukhari)

3.Kesabaran merupakan anugerah Allah yang paling baik. Rasulullah mengatakan, dan tidaklah seseorang itu diberi sesuatu yang lebih baik dan lebih lapang daripada kesabaran.(Muttafaqun Alaih)

4.Kesabaran merupakan salah satu sifat sekaligus ciri orang mukmin, sebagaimana hadits yang terdapat pada muqadimah; Sungguh menakjubkan perkara orang yang beriman, karena segala perkaranya adalah baik. Jika ia mendapatkan kenikmatan, ia bersyukur karena (ia mengatahui) bahwa hal tersebut adalah memang baik baginya. Dan jika ia tertimpa musibah atau kesulitan, ia bersabar karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut adalah baik baginya.(HR. Muslim)

5.Seseorang yang sabar akan mendapatkan pahala surga. Dalam sebuah hadits digambarkan; Dari Anas bin Malik ra berkata, bahwa aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, Sesungguhnya Allah berfirman, Apabila Aku menguji hamba-Ku dengan kedua matanya, kemudian diabersabar, maka aku gantikan surga baginya(HR. Bukhari)

6.Sabar merupakan sifat para nabi. Ibnu Masud dalam sebuah riwayat pernah mengatakan: Dari Abdullan bin Masud berkata:Seakan- akan aku memandang Rasulullah saw. menceritakan salah seorang nabi, yang dipukuli oleh kaumnya hingga berdarah, kemudia ia mengusap darah dari wajahnya seraya berkata, Ya Allah ampunilah dosa kaumku, karena sesungguhnya mereka tidak mengetahui. (HR. Bukhari)

7.Kesabaran merupakan ciri orang yang kuat. Rasulullah pernah menggambarkan dalam sebuah hadits; Dari Abu Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah bersabda, Orang yang kuat bukanlah yang pandai bergulat, namun orang yang kuat adalah orang yang memiliki jiwanya ketika marah. (HR. Bukhari)

8.Kesabaran dapat menghapuskan dosa. Rasulullah menggambarkan dalam sebuah haditsnya; Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullan saw. bersabda, Tidaklah seorang muslim mendapatkan kelelahan, sakit, kecemasan, kesedihan, mara bahaya dan juga kesusahan, hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapuskan dosa-dosanya dengan hal tersebut.(HR. Bukhari & Muslim)

9.Kesabaran merupakan suatu keharusan, dimana seseorang tidak boleh putus asa hingga ia menginginkan kematian. Sekiranya memang sudah sangat terpaksa hendaklah ia berdoa kepada Allah, agar Allah memberikan hal yang terbaik baginya; apakah kehidupan atau kematian. Rasulullah saw. mengatakan; Dari Anas bin Malik ra, bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Janganlah salah seorang diantara kalian mengangan-angankan datangnya kematian karena musibah yang menimpanya. Dan sekiranya ia memang harus mengharapkannya, hendaklah ia berdoa, Ya Allah, teruskanlah hidupku ini sekiranya hidup itu lebih baik untukku. Dan wafatkanlah aku, sekiranya itu lebih baik bagiku. (HR. Bukhari Muslim)

Bentuk-Bentuk Kesabaran

Para ulama membagi kesabaran menjadi tiga:

1. Sabar dalam ketaatan kepada Allah. Merealisasikan ketaatan kepada Allah, membutuhkan kesabaran, karena secara tabiatnya, jiwa manusia enggan untuk beribadah dan berbuat ketaatan. Ditinjau dari penyebabnya, terdapat tiga hal yang menyebabkan insan sulit untuk sabar. Pertama karena malas, seperti dalam melakukan ibadah shalat. Kedua karena bakhil (kikir), seperti menunaikan zakat dan infaq. Ketiga karena keduanya, (malas dan kikir), seperti haji dan jihad.

2.Sabar dalam meninggalkan kemaksiatan. Meninggalkan kemaksiatan juga membutuhkan kesabaran yang besar, terutama pada kemaksiatan yang sangat mudah untuk dilakukan, seperti ghibah (baca; ngerumpi), dusta, dan memandang sesuatu yang haram.

3.Sabar dalam menghadapi ujian dan cobaan dari Allah, seperti mendapatkan musibah, baik yang bersifat materi ataupun inmateri; misalnya kehilangan harta dan kehilangan orang yang dicintai.

 Meningkatkan Kesabaran

Ketidaksabaran (baca; isti’jal) merupakan salah satu penyakit hati, yang harus diterapi sejak dini. Karena hal ini memilki dampak negatif pada amal. Seperti hasil yang tidak maksimal, terjerumus kedalam kemaksiatan, enggan melaksanakan ibadah. Oleh karena itulah, diperlukan beberapa kiat guna meningkatkan kesabaran. Di antaranya:

1.Mengikhlaskan niat kepada Allah swt.

2.Memperbanyak tilawah (membaca) Al-Quran, baik pada pagi, siang ataupun malam hari. Akan lebih optimal lagi manakala bacaan tersebut disertai perenungan dan pentadaburan.

3.Memperbanyak puasa sunnah. Puasa merupakan ibadah yang memang secara khusus dapat melatih kesabaran.

4. Mujahadatun nafs, yaitu sebuah usaha yang dilakukan insan untuk berusaha secara giat untuk mengalahkan nafsu yang cenderung suka pada hal-hal negatif, seperti malas, marah, dan kikir.

5.Mengingat-ingat kembali tujuan hidup di dunia. Karena hal ini akan memacu insan untuk beramal secara sempurna.

6. Perlu mengadakan latihan-latihan sabar secara pribadi. Seperti ketika sedang sendiri dalam rumah, hendaklah dilatih untuk beramal ibadah dari pada menyaksikan tv, misalnya. Kemudian melatih diri untuk menyisihkan sebagian rezeki untuk infaq fi sabilillah.

7. Membaca-baca kisah-kisah kesabaran para sahabat, tabiâin maupun tokoh-tokoh Islam lainnya.

-sumber: dakwatuna.com-

Sabar: Keajaiban Seorang Mukmin (1)

Dari Suhaib r.a., bahwa Rasulullah saw. bersabda,

Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mukmin; yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya. (HR. Muslim)

Sekilas Tentang Hadits

Hadits ini merupakan hadits shahih dengan sanad sebagaimana di atas, melalui jalur Tsabit dari Abdurrahman bin Abi Laila, dari Suhaib dari Rasulullah SAW, diriwayatkan oleh:

 Imam Muslim dalam Shahihnya, Kitab Al-Zuhud wa Al-Raqaiq, Bab Al-Muâmin Amruhu Kulluhu Khair, hadits no 2999.

 Imam Ahmad bin Hambal dalam empat tempat dalam Musnadnya, yaitu hadits no 18455, 18360, 23406 & 23412.

 Diriwayatkan juga oleh Imam al-Darimi, dalam Sunannya, Kitab Al-Riqaq, Bab Al-Muâmin Yuâjaru Fi Kulli Syaiâ, hadits no 2777.

Makna Hadits Secara Umum

Setiap mukmin digambarkan oleh Rasulullah saw. sebagai orang yang memiliki pesona, yang digambarkan dengan istilah ˜ajaban”.Ajaibnya berpangkal dari adanya positif thinking seorang mukmin. Ketika mendapatkan kebaikan, ia refleksikan dalam bentuk syukur terhadap Allah swt. Karena ia paham, hal tersebut merupakan anugerah Allah. Dan tidaklah Allah memberikan sesuatu kepadanya melainkan pasti sesuatu tersebut adalah positif baginya.Sebaliknya, jika ia mendapatkan suatu musibah, ia akan bersabar. Karena ia yakin, hal tersebut merupakan pemberian sekaligus cobaan bagi dirinya yang ada rahasia kebaikan di dalamnya.Sehingga refleksinya adalah dengan bersabar dan mengembalikan semuanya kepada Allah swt.

Kesabaran

Kesabaran merupakan salah satu ciri mendasar orang yang bertaqwa. Bahkan sebagian ulama mengatakan bahwa kesabaran setengah keimanan. Sabar memiliki kaitan erat dengan keimanan: seperti kepala dengan jasadnya. Tidak ada keimanan yang tidak disertai kesabaran, sebagaimana tidak ada jasad yang tidak memiliki kepala. Oleh karena itu, Rasulullah saw. menggambarkan ciri dan keutamaan orang beriman sebagaimana hadits di atas.

Makna Sabar

Sabar merupakan istilah dari bahasa Arab dan sudah menjadi istilah bahasa Indonesia. Asal katanya adalah âshabaraâ, yang membentuk masdar, menjadi shabran.Dari segi bahasa, sabar bererti menahan dan mencegah. Menguatkan makna seperti ini adalah firman Allah dalam Al-Qur’an:

Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas. (Al-Kahfi: 28 )

Perintah bersabar pada ayat di atas adalah untuk menahan diri dari keingingan keluar dari komuniti orang-orang yang menyeru Rabnya serta selalu mengharap keridhaan-Nya.Perintah sabar di atas sekaligus juga sebagai pencegahan dari keinginan manusia yang ingin bersama dengan orang-orang yang lalai dari mengingat Allah swt.

Sedangkan dari segi istilahnya, sabar adalah menahan diri dari sifat kegelisahan dan rasa emosi, kemudian menahan lisan dari keluh kesah serta menahan anggota tubuh dari perbuatan yang tidak terarah.

Amru bin Usman mengatakan, bahwa sabar adalah keteguhan bersama Allah, menerima ujian dari-Nya dengan lapang dan tenang. Hal senada juga dikemukakan oleh Imam Al-Khawas, Sabar adalah reaksi keteguhan untuk merealisasikan Al-Quran dan sunnah. Sehingga sabar tidak selari dengan kepasrahan dan ketidakmampuan. Rasulullah saw. memerintahkan umatnya untuk sabar ketika berjihad. Padahal jihad adalah memerangi musuh-musuh Allah, yang kemuncaknya adalah menggunakan senjata (perang).

(Bersambung...)

 

Susahnya menulis satu artikel..

Sejak menceburi bidang blog ini, jari ini asyik terasa gatal sahaja apabila berada di depan komputer. Yalah, sudah ada blog, mesti sesuatu harus diletakkan di situ untuk tatapan pelawat. Apabila jari jemari sudah bergerak untuk memulakan penulisan, dan sedang asyik memuntahkan idea, tiba-tiba fikiran jadi buntu. Tidak tahu idea apa yang hendak dimuntahkan lagi. Akhirnya, penulisan saya jadi sekerat jalan, dan hampir 5 kali saya berbuat demikian. Artikel yang kosong,tiada isi dan yang semberono memang senang hendak dikarang. Teringat saya semasa zaman persekolahan, apabila majalah ‘gelagat’ dan ‘gila-gila’ menjadi kegemaran saya pada waktu itu. Ada satu penulisan yang sangat-sangat popular pada masa itu, iaitu ‘karangan melampau’. Isinya entah apa-apa, tapi membuatkan saya ketawa terbahak-bahak pada masa itu. Tapi, bukan matlamat saya menulis untuk jadi bahan gurauan, tetapi dengan harapan untuk memberi manfaat yang berguna kepada si pembacanya. Biarlah artikel atau bahan-bahan yang terdapat di dalam blog saya ini tidak lari daripada tema blog ini sendiri, iaitu “Great Minds Disucss Ideas. Average Minds Discuss Events, Small Minds Discuss People”

Saya tidak dapat membayangkan bagaimana susahnya menjadi seorang penulis yang berjaya. Saya juga tidak dapat membayangkan bagaimana susahnya menulis artikel yang dapat mempengaruhi minda seseorang pembaca. Dan saya juga tidak dapat membayangkan bagaimana peritnya ulama-ulama terdahulu sanggup mengorbankan masa untuk menulis seberapa banyak kitab-kitab agama untuk dijadikan rujukan muslimin pada masa akan datang.

Sesetengah daripada kita mungkin memperlekehkan peranan ulama-ulama dan pejuang-pejuang yang berjuang melalui mata pena (Saya salah seorang diantaranya, dahulu lah). Mereka berpendapat jihad melalui penulisan bukanlah jihad yang sebenar, tak gentleman katanya. Nah, kalau anda cukup gentleman, cubalah tulis atau karang satu artikel yang boleh membangkitkan semangat jihad di kalangan muslimin pada masa ini. Cubalah karang satu penulisan yang ringkas, padat dan cukup istimewa isinya dan berikan kepada sahabat-sahabat di sekeliling anda, dan minta komen mereka. Saya pasti, anda memerlukan lebih daripada 10 tahun (atau lebih daripada itu) untuk membuatkan tulisan anda dibaca dan diamalkan oleh seorang muslim.

Bukan bermaksud saya menyeru kepada semua untuk terjun beramai-ramai di dalam bidang penulisan, tetapi sebaliknya hargailah penulisan-penulisan para-para ulama yang terdahulunya. Mungkin ada beberapa perkara yang kita tidak setuju, tetapi hargailah peranan mereka dalam menyebarkan fahaman islam ke seluruh pelusuk dunia. Saya berpendapat, kita harus lebih menghargai ulama-ulama yang bukan sahaja berjuang di medan pertempuran (baik dari segi politik, amal dan eknomoni) malah menyumbangkan akal pemikiran dan fahaman amal jamaie kepada para muslimin melalui penulisan. Tidak perlu pergi jauh, cubalah anda lihat tokoh-tokoh ulama Malaysia, diantaranya,Tuan Guru Dato’ Nik Abdul Aziz B Nik Mat, Tuan Guru Dato Seri Abdul Hadi B Awang, Ustaz Yahya B Osman dan banyak lagi pejuang2 islam yang bukan sahaja berjuang amal, malahan juga dari sudut penulisan.Subhanallah, itulah sebab saya merasakan diri saya masih lagi kerdil di medan perjuangan. Setakat berusrah tiap-tiap minggu, menjadi MC untuk ceramah-ceramah umum dan menjadi unit amal untuk program- program jemaah belum cukup untuk saya memuaskan zahir dan batin saya dalam amal jamaah. Nampaknya, ‘enjin amal jamaie’ saya dah mula sejuk sejak menetap di abu dhabi ini, mungkin artikel ringkas ini dapat memanaskan balik enjin-enjin yang mulai kesejukan. Menetap di kawasan baru bukanlah alasan untuk tidak beramal jamaie. Tidak berjumpa dengan jamaah lokal juga bukan juga alasan untuk menidakkan penglibatan dalam jamaah. Yang penting, cari, cari, dan terus mencari. Insya Allah, saya yakin Allah akan menunjuki jalan ke arah itu, insya allah.

Betullah kata-kata pujangga:

“Pena itu lebih tajam daripada mata pedang,Hunusan lidah itu lebih berbisa daripada hunusan keris sang pendekar

Mungkin inilah hikmah Allah Taala ‘menghantar’ saya ke abu dhabi agaknya. Mudah-mudahan penghijrahan saya ke abu dhabi ini akan lebih mematangkan diri saya dalam perjuangan Islam yang mulia ini.

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ  (٢١٦

 

Fighting is prescribed upon you, and ye dislike it. But it is possible that ye dislike a thing which is good for you, and that ye love a thing which is bad for you. But Allah knoweth, and ye know not. (216)

 

 

Antara Tarbiyah dan Politik

Petikan dari blog Ust Yusainee Yahya (http://jihadtegakislam.blogspot.com),
salah seorang mas'ul Tarbiyyah saya di Malaysia.
Bismillah,wal hamdulillah, wassolatu wassalamu ‘ala saiyyidil mursalin Nabiyyina Muhammadin, wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’ien, wa ba’du :Salam ISLAH,

“Di sana ada lagi satu penyelewengan yang boleh menjauhkan kita dari jalan yang sihat iaitu kita memandang ringan terhadap proses tarbiah, pembentukan dan perlunya beriltizam dengan ajaran Islam dalam membentuk dasar dan asas yang teguh. Lantas kita seolah-olah melatah lalu menggunakan cara dan uslub politik menurut sikap dan telatah parti-parti politik. Kita akan mudah terpedaya dengan kuantiti anggota yang kita ambil yang dianggap menguntungkan tanpa mewujudkan iltizam tarbiah. Ini adalah satu jalan dan cara yang sangat merbahaya yang tidak dipercayai akibatnya. Ini mungkin menyediakan anasir yang kukuh yang mampu memikul hasil kemenangan, kekukuhan dan kekuasaan untuk Islam.


Sebenarnya kita tidak kekurangan kuantiti, tetapi kita kekurangan kualiti. Kita kekurangan bentuk dan contoh Islan yang kuat imannya yang membulatkan dirinya untuk dakwah, rela berkorban pada jalan dakwah dan jihad fi-sabilillah dan yang sentiasa istiqamah hinggalah bertemu Tuhannya. Oleh kerana itu marilah kita beriltizam dengan tarbiah dan janganlah kita redha menukarkannya dengan cara yang lain.”

Demikianlah bunyinya teks usrah tarbawi Darul Islah yang saya pimpin setiap Isnin saban minggu.Ia adalah terjemahan tulisan ash Sheikh al Mujahid Musthofa Masyhur (mantan Murshid ‘Am Ikhwan al Muslimin). Setelah hilang kemalasan saya sari dua ini akibat letih benar otak saya ni dengan isu muzakarah UMNO-PAS, maka malam inilah baru ada kekuatan untuk menulis kembali isi usrah Isnin yang lepas.

Saya katakan kepada pemuda-pemuda di hadapan saya bahawa antara penyelewengan terbesar di dalam sebuah gerakan Islam bilamana diletakkan politik di hadapan tarbiyyah. Hilang agenda tarbiyyah dalam gerak kerja parti dan jamaah. Tidak sepatutnya gerak kerja parti dipisahkan dari tarbiyyah. Hatta bila berpolitik sekalipun, ia adalah satu proses tarbiyyah kepada kita. Dalam isu muzakarah, nampak sangat Allah mahu mentarbiyyah dan menguji kita.

Dalam gerakan Islam, proses pemeliharaan Allah terhadap perjuangan menegakkan agama pasti berlaku. Dalam masa yang sama, proses penapisan juga berlaku. Allah SWT pasti akan membersihkan perjuangan ini dari jiwa-jiwa yang tidak ikhlas. Mereka yang mempunyai matlamat duniawi dan agenda peribadi dalam perjuangan tidak layak duduk dalam perjuangan Islam. Bila Tuan Guru Presiden mengambil keputusan bertemu Pak Lah, ada orang kata Tuan Guru Presiden dan sebahagian pimpinan PAS sudah tertarik dan terpedaya dengan tawaran duniawi Pak Lah. Sebenarnya kita akan melihat siapa yang sebenarnya yang tertarik dengan tawaran duniawi tersebut dan akan dinyahkan oleh Allah SWT dari perjuangan suci ini.

“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan Sesungguhnya kami benar-benar memeliharanya” Surah Al Hijr : 9

Kefahaman terhadap nas di atas ialah Al Quran akan dipelihara Allah selama-lamanya. Termasuk dalam maksud pemeliharaan Allah SWT terhadap Al Quran ialah Allah akan memelihara orang-orang yang berjuang menegakkan Al Quran sebagai hukum dan mengangkat kemuliaan Al Quran ditempatnya. Termasuklah jua kumpulan manusia atau jamaah yang berjuang menegakkan hukum Al Quran, mereka akan dipelihara oleh Allah SWT dari segala kejahatan dan unsur-unsur yang tidak baik.

Antara kaedah Allah memelihara perjuangan Islam adalah Allah turunkan ujian, Allah jadikan halangan serta kepayahan menghiasi dan menjadi latar belakang kepada perjuangan suci ini. Dengan sendirinya, ,mereka yang ikhlas dalam perjuangan akan terus istiqamah dengan rahmat Allah SWT dan mereka yang punya niat yang jahat dan kotor tidak akan punya daya ketahanan dan akhirnya akan memilih jalan lain yang jauh lebih senang berbanding jalan perjuangan ini. Maka berlakulah tapisan Allah SWT terhadap hamba-hambaNya yang beriman.

“Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu.” Surah Muhammad : 31

Kalau tarbiyyah tidak dijadikan asas dalam perjuangan, mana mungkin akan terbitnya daya tahan dalam berhadapan dengan ujian Allah SWT. Jangan saudara bayangkan bahawa hanya dikatakan ujian itu ialah bila dipenjarakan, disiksa, dipulau dan sebagainya. Itu semua tidak kita nafikan. Namun terkadang kita lupa bahawa ujian Allah itu boleh berlaku dalam perkara yang kita tidak sangka. Ujian emosi dan perasaan juga boleh berlaku. Rasa mahu berkuasa, mahu cepat jadi menteri, gila pengaruh , mahu menonjolkan diri untuk cepat naik dan perlbagai lagi.

Dalam usrah kita bincangkan teladan hebat Saiyyiduna Khalid Al Walid yang meneruskan perjuangan hingga selesai walau menerima surat pelucutan jawatan dari khalifah. Betapa beliau mengenepikan perasaan dan emosi demi memastikan kejayaan jihad. Namun bila ujian yang sama menimpa kita, belum tentu kita dapat mengambil langkah seperti SaifulLah al Maslul Khalid al Walid rdh.

Di sinilah letaknya kepentingan tarbiyyah yang menjadi tunjang kepada setiap kerja buat gerakan Islam. Menjadikan anggotanya sentiasa segar dan teguh pendirian dalam setiap ehwal dan keadaan. Memburu kemuliaan kemenangan dan syahid di medan juang.

Posted in Fikrah. 1 Comment »